PENGERTIAN DAN SEJARAH JAVASCRIPT
JavaScript
JavaScript
|
|
Ekstensi berkas
|
.js
|
application/javascript,
text/javascript
|
|
Uniform Type Identifier
|
com.netscape.javascript - sumber
|
Dikembangkan oleh
|
|
Rilis terbaru
|
1.9.3 / 2010
|
Jenis format
|
|
JavaScript (/ˈdʒɑːvəˌskrɪpt/) adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi dan dinamis. JavaScript populer
di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.
Sejarah
JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape di bawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.
Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java. Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut. Bahasa
pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript,
walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.
JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan,
misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX. JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.
Variabel
Penulisan variabel di JavaScript standar tidak
mempunyai data type. Semua value dapat disimpan di semua variabel. Variabel
dapat ditentukan oleh let (variabel level blok), var( variabel level fungsi)
atau const (variabel tak dapat diubah).
Penulisan JavaScript
Variabel di JavaScript dapat dipanggil dengan menggunakan
kata kunci var
var x;
var y = 2;
Kode JavaScript biasanya
dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka
dengan tag <script type="text/javascript">.
<script type="text/javascript">
alert("Halo Dunia!");
</script>
Kode JavaScript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js
(singkatan dari JavaScript). Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di
file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js
yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut:
<script type="text/javascript" src="alamat.js">
</script>
Skrip di head
Skrip ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya
berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu. Peletakkan skrip di head akan menjamin skrip dimuat terlebih dahulu sebelum dipanggil.
<html>
<head>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</head>
</html>
Skrip di body
Skrip ini dieksekusi ketika halaman dimuat sampai di
bagian <body>.Ketika menempatkan
skrip pada bagian <body>berarti antara isi dan
JavaScript dijadikan satu bagian.
<html>
<head>
</head>
<body>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</body>
</html>
Jumlah JavaScript di <head> dan <body>
yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.
Skrip eksternal
Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript
yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau
disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap
halaman. Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal. Jadi, antara
dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument
HTML. Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.
JavaScript : js/xxx.js document.write("pesan ini tampil ketika halaman
diload");
Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai
atribut "src" pada tag <script> pada halaman HTML-nya.
<html>
<head>
</head>
<body>
<script src="xxx.js">
</script>
<p>Script di atas berada di berkas "xxx.js" (eksternal) </p>
</body>
</html>
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/JavaScript